Rabu, 18 September 2013


Sahabat Mistis Dalam Mimpii


karya Intan Noviyanti

Aku Bunga , anak seorang tukang bakso pinggir jalan. Aku sekolah di SMP Nusa Bangsa. Aku sangat beruntung sekolah disana. Karena aku mendapatkan beasiswa , sehingga orang tua ku tidak susah payah untuk menyekolahkanku. Di sekolah, aku sering ditindas, sering di ejek. Aku tau, aku hanya anak seorang tukang bakso. Yang tidak mempunyai penghasilan yang cukup. Tapi aku juga manusia. Aku layak menuntut ilmu disini. Sama seperti teman-temanku yang lain.
“hey teman-teman, liat nih anak tukang bakso lewat !” ledek seorang laki-laki ketika aku melewati koridor sekolah.
Aku hanya terdiam mendengar ejekan mereka. Aku melanjutkan langkah ku menuju ke kelas. Setibanya di kelas, aku di lempari tepung dan dijatuhi air dari atas pintu masuk ke kelas. Aku sangat kesal saat itu. Tapi aku mencoba untuk sabar.
“Eh,Bunga !  anak tukang bakso ! hahahaha .. “ ejek Mita, seorang anak pemilik sekolah ini. Ia cantik, manis, dengan rambut panjang sebahu yang selalu digerai nya. Tapi sayang, dia sombong, suka menindas yang lemah. Tapi, mungkin karena ia anak pemilik sekolah, jadi ia berlaku semena-mena seperti itu.
Kemudian aku berlari menuju toilet untuk membersihkan baju dan rambutku. Tiba-tiba, ada sesosok bayangan putih yang mendekatiku. Aku kaget, aku takut, lalu aku hanya menutup mataku. Ia berbisik padaku , “ Bunga, jangan takut. Aku hanya ingin berteman denganmu. Aku  Citra, aku pernah terbunuh di toilet ini, dan yang membunuhku itu adalah Mita. “
Aku hanya mendelik ketika mendengar bisikan itu. Lalu aku berlari menuju ke kelas. Di kelas, aku hanya merenungi bisikan tadi. “apa mungkin, Mita tega membunuh seorang temannya?” pikirku dalam hati. “mungkin saja” bisikan itu kembali terdengar di telingaku.  “Citra?! “ pikirku. Dia kembali berbisik di telingaku. Tapi , kenapa hanya aku yang mendengar bisikan itu, dan kenapa hanya aku yang bisa melihat Citra? Aku bertanya-tanya dalam hati.
Sesampai dirumah, aku mulai memikirkan bisikan Citra tadi. “Mita? Seorang pembunuh? Apa mungkin? “ ucapku.
“pembunuh? Siapa yang dibunuh nak? “ tiba-tiba ibuku berdiri disampingku.
“hm, bukan siapa-siapa bu. Hanya dialog drama di sekolahku.” Bohongku kepada ibu.
“syukurlah nak, ibu kira ada pembunuh di sekolahmu “ ucap ibu
“tidak kok bu.. “ jawabku berbohong.
Kemudian ibu keluar dari kamarku. Aku sudah berdosa. Aku telah membohongi ibuku. Aku sangat bersalah.
Keesokan harinya ....
“Bu, aku berangkat sekolah dulu ya,,” pamitku.
“hati-hati ya nak.. “ ucap Ibu
“baik Bu, “ jawabku.
Aku berangkat sekolah jalan kaki. Sekolahku juga tidak terlalu jauh dari rumahku. Aku tidak ingin merepotkan orang tuaku untuk mengantar-jemput ku.
Di sekolah, seperti biasa ...
Aku pasti di ejek oleh teman-temanku. Tapi aku hanya tersenyum menanggapinya. Aku tidak ingin merasa risih di sekolah ini.
“Bunga ..” bisikan itu datang lagi ..
“Citra? Kamu mengikutiku? “ tanya ku.
“Ya, aku selalu berada di sampingmu. “ ucap Citra
“Kenapa kamu mengikuti ku? “ tanya Bunga.
“karena aku tau, kamu adalah anak yang baik, aku ingin bersemayam di tubuhmu .” jawab Citra
“Hah?! Di tubuhku? Kamu mau merasuki tubuhku?  Tidakk, tidak . aku tidak mau . !!” teriakku.

“Bunga.. Bunga .. bangun ini sudah pagi. “ teriak seorang wanita dari sampingku. Ternyata ibuku.
“Ibu? “ tanyaku.
“Iya bunga.. Kamu dari tadi teriak-teriak bilang tidak, tidak ..” ucap Ibu
“Jadi.. semua itu hanya mimpi ? “ tanyaku dalam hati
“Sudah sudah .. sekarang kamu cepetan mandi. Nanti kamu terlambat sekolah “ pinta Ibu.
“Baik Bu .. “ jawabku .

“Huhh, ternyata semua itu hanya mimpi. Syukurlah, lagi pula .. mana mungkin kalau Mita seorang pembunuh. Hahahaha .. ada-ada saja ..” ucapku.
Lalu, sesosok bayangan putih terlihat di depan cermin, dan dia tersenyum padaku.
“Citra ??!! “ aku terkaget
Lalu bayangan itu hilang di tiup angin. Hilang begitu saja. “Sudahlah, itu semua hanya mimpi, tidak mungkin menjadi kenyataan” pikirku dalam hati .
Kemudian aku melanjutkan aktivitasku seperti biasa .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar